”Gadung” Berpotensi menjadi aneka makanan ringan sehat dan bergizi

Desember 29, 2010

by  Nurhasanah

Dompu (2010). Gadung jenis tumbuhan liar,  kurang diminati oleh masyarakat karena umbinya beracun dan tidak bernilai ekonomis. Dengan dukungan ketrampilan pengolahan pangan dari  sumber bahan lokal  dari  Project NGO International, gadung dapat dimanfaatkan untuk bahan pembuatan aneka makanan ringan sehat dan bergizi dan potensial untuk dipasarkan”

Gadung adalah jenis tanaman penghasil umbi  dan tumbuh liar di hutan.  Untuk dapat tumbuh, tanaman gadung membutuhkan tanaman inang sebagai tempat untuk merambat.  Panen umbi gadung biasanya dilakukan pada musim kemarau karena ukuran umbinya besar dan mempercepat proses pengeringan. Umbi gadung  mengandung racun dioscorine yang tinggi dan berakibat fatal jika dimakan tanpa proses pengolahan khusus terlebih dahulu. Namun dengan perlakuan khusus, umbi beracun ini bisa diolah menjadi bahan baku aneka makanan ringan yang bergizi dan sehat. Setiap 100  gadung mengandung energi 102 kal, protein 2.0 g, lemak 0.2 g, karbohidrat 23.3 g, kalsium 20 mg, fosfor 50 mg dan besi 0.6 mg.

Baca entri selengkapnya »


Dari sebonggol pisang tercipta ketahanan pangan & gizi keluarga

Desember 29, 2010

“Lesson learned dari pembibitan Pisang Berangan”

by  Nurhasanah dan Agusman Rizal

Dompu (2010). Dari sebonggol pisang tercipta ketahanan pangan & gizi keluarga tidaklah berlebihan kalau dikatakan demikian. Hal ini merupakan pengalaman yang dialami oleh masyarakat di desa Adu Kecamatan Hu’u Kabupaten Dompu – NTB.

Ceritanya berawal dari melakukan kunjungan ke  Kebun Agribisnis Politani Kupang, mereka melihat budidaya pisang Berangan Kelimutu yang dipadukan dengan berbagai tanaman sela antara lain semangka, ubi rambat, dan jagung, dan ditunjangkan dengan ternak ayam dan ternak sapi. Pengalaman yang paling menarik adalah bagaimana melakukan perbanykan bibit pisang dengan menggunakan Bonggol Pisang.

Baca entri selengkapnya »


Lele “dari Tabu menjadi Butuh”

November 13, 2010

Sikka (2010). “Upaya menciptakan diversifikasi pangan”. Dengan hanya mengandalkan kolam-kolam berukuran sekitar 3 x 4 m. Dibatasi dengan anyaman bamboo untuk memperkuat dinding kolam inilah Pak Wanto Ketua Komite FNS Desa Tanarawa (35 tahun) memulai uji coba budidaya Ikan Lele. Kolam-kolam kecil tersebut berfungsi sebagai tempat pembesaran bibit-bibit ikan lele. Bibit Ikan lele tersebut dibeli dari kolam pembibitan yang ada di pastoran tak jauh dari desa Tanarawa, dimana beliau tinggal.

Baca entri selengkapnya »


”Nikmatnya Jagung Bakar jalan El-Tari Kupang”.

Juli 26, 2010

Sosialita Wong Cilik – Local Food, Local Wisdom

Jangan bilang pernah ke Kupang, kalau belum pernah mencoba jagung bakar jalan El-Tari. Ada sekitar. 30 orang atau lebih penjual jagung bakar di sepanjang ± 500 meter jalan ini, mulai dari depan bunderan (simpang 6) Jl. Eltari sampai ke pertigaan Jalan Palapa.

Kawasan jalan El-Tari ini memang jadi tempat kongkownya anak-anak muda di sore dan malam hari sambil menikmati jagung bakar.

Tak pelak lagi ”Jagung Bakar” bisa dijadikan makanan khas Kota Kupang, tidak berlebihan juga kalau dijadikan ”Ikon Kota Kupang”. Terlebih lagi Nusa Tengara Timur (NTT) memang penghasil jagung yang cukup tinggi. Ada beberapa jenis jagung lokal NTT yang enak di jadikan jagung bakar. Semisal jagung pulut dan jagung manis.

Jagung di poles dengan mentega, lalu dibakar di tungku pake arang batok kelapa sekitar 10 menit, sudah jagung bakar siap untuk dinikmati.

Baca entri selengkapnya »


Tim PD Lembata selangkah lebih maju

Juli 7, 2010

Prevalensi Gizi  Kurang (undernutrition) di Kabupaten Lembata  mengalami penurunan dari tahun ke tahun dari data monitoring 2007 – 2009 terlihat : 30,72 % (2007), 28,35 % (2008) dan 23,12 % (2009). Kinerja yang menggembirakan ini tidak terlepas dari  Upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lembata berkerjasama dengan stakeholders.

Baca entri selengkapnya »


Ketika Usia Tidak Jadi Penghalang

Mei 13, 2010

Kupang (Mei 2010). Ketika Usia Tidak Jadi Penghalang. Itu istilah yang dapat Kita alamatkan ke bapak kita yang satu ini.  Dengan langkah yang pasti Bapak Marsidi mengenakan pakaian pengaman dibantu oleh seorang petugas Taman Wisata Subasuka Kupang. Seperti layaknya seorang pemanjat tebing sejati, tanpa rasa gentar sedikitpun beliau akan mencoba memanjat permainan yang cukup extreme dan memacu adrenalin yaitu ”Flying Fox” .  Tidak membutuhkan waktu yang cukup lama selesai sudah persiapan pakaian tersebut dikenakan.  Setapak demi setapak dinjakkan kakinya di hamparan jaring sepanjang ± 15 M. Jaring ini dipasang vertikal mengarah ke pondok di bagian atas Flying Fox. Pondok tersebut tempat penstabilan dan pengecekan ulang posisi alat pengaman, sebelum pemain melanjutkan ke arena bergelantungan di rangkaian tali sampai ke ujung terminal. Rangkaian tali tersebut dipasang menurun. Jarak antara pondok tadi ke ujung terminal tali sepanjang ± 270 m. Menurut info petugas taman, Flying Fox ini lebih panjang dibandingkan yang ada di Jakarta dan Surabaya.

Baca entri selengkapnya »


Rahasia Dunia

Mei 4, 2010

 Anda tidak dapat menolong dunia dengan berfokus pada hal-hal yang negatif.

Ketika Anda berfokus pada peristiwa-peristiwa negatif dunia, Anda bukan saja menambahnya, tetapi juga mendatangkan lebih banyak hal negatif ke dalam hidup Anda sendiri.

Baca entri selengkapnya »


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.