Pangan Lokal

Pangan Lokal

Lembata (2009) Pangan adalah hak asasi setiap individu untuk memperolehnya dengan jumlah yang cukup dan aman serta terjangkau. Oleh karena itu, upaya pemantapan ketahanan pangan harus terus dikembangkan dengan memperhatikan sumberdaya, kelembagaan dan budaya lokal.

Setiap daerah memiliki potensi pangan yang berbeda-beda, demikian pula di Propinsi NTT. Berbagai jenis pangan tersebar, dikembangkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat setempat. Untuk pemenuhan kebutuhan konsumsinya baik sebagai pangan pokok maupun substitusi.

Pangan lokal NTT yang selama ini sudah dikembangkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat perlu ditingkatkan pengembangannya, baik dari sisi produksi maupun pemanfaatan/pengelolaannya. Dalam hal ini tentu membutuhkan pendampingan yang intensif serta permodalan dan teknologi.

Pangan lokal termasuk di dalamnya pangan tradisional dan pangan khas daerah mempunyai peranan strategis dalam upaya pemantapan ketahanan pangan khususnya aspek konsumsi dalam hal ini penganekaragaman di daerah karena bahan baku pangan tersebut tersedia secara spesifik lokasi. Disamping itu resep makanan yang dimiliki cukup beranekaragaman macamnya baik yang telah diwariskan turun temurun maupun baru diciptakan.

Pengertian

Pangan Lokal adalah pangan yang diproduksi dan dikembangkan sesuai dengan potensi dan sumberdaya wilayah dan budaya setempat.

Pangan Khas adalah pangan yang asal usulnya secara biologis ditemukan di suatu daerah.

Pangan Tradisional adalah pangan atau makanan yang diolah dengan cara, resep atau cita rasa yang khas berkaitan dengan nilai-nilai kelompok etnis tertentu tanpa memperhatikan asal bahan bakunya.

Pangan Pokok adalah pangan sumber karbohidrat yang sering dikonsumsi secara teratur sebagai makanan utama dan memberikan sumbangan energi lebih dari sepertiga total konsumsi energi.

Makanan Tradisional adalah makanan yang dikonsumsi masyarakat golongan etnik dan wilayah yang spesifik, diolah dari resep yang dikenali masyarakat, bahan-bahannya diperoleh dari sumber lokal dan memiliki rasa yang relatif sesuai dengan selera masyarakat setempat.

Konsumsi Pangan adalah sejumlah makanan dan minuman yang dimakan dan diminum seseorang dalam rangka memenuhi kebutuhan hayati.

Kebijakan Pengembangan Konsumsi Pangan Lokal

Kebijakan pengembangan konsumsi pangan dapat diarahkan pada : 1) Pengembangan penganekaragaman konsumsi pangan yang diarahkan untuk memperbaiki konsumsi pangan penduduk baik jumlah maupun mutu, termasuk keragaman dan keseimbangan gizinya; 2) Pengembangan konsumsi pangan lokal baik nabati dan hewani yang diarahkan untuk meningkatkan mutu pangan lokal dan makanan tradisional dengan memperhatikan standar mutu dan keamanan pangan sehingga dapat diterima di seluruh lapisan masyarakat.

Strategi Pengembangan Konsumsi Pangan Lokal

Strategi pengembangan konsumsi pangan diarahkan pada tiga hal yaitu produk/ketersediaan, pengolahan dan pemasaranan. Strategi pengembangannya adalah : 1) Pemberdayaan masyarakat. Dalam hal ini adalah berupa peningkatan peran masyarakat dalam pengembangan konsumsi pangan yang meliputi peningkatan penegtahuan/- kesadaran dan peningkatan pendapatan untuk mendukung kemampuan akses pangan oleh setiap rumah tangga. 2) Peningkatan kemitraan. Merupakan implementasi, sinkronisasi dan kerjasama antara semua stakeholders dalam pengembangan konsumsi pangan termasuk pengembangan produksi/pengembangan teknologi pengolahan pangan. 3) Sosialisasi. Memasyarakatkan dan meningkatkan apresiasi masyarakat dalam pengembangan konsumsi pangan melalui promosi, kampanye, penyebaran informasi melalui media massa (cetak dan elektronik) lomba cipta menu dan pemberian penghargaan.

Iklan

20 pemikiran pada “Pangan Lokal

  1. Makanan indonesia itu sebenarnya enak (saya jg pecinta makanan Indonesia)..
    Cm saya bingung, knp ya justru kafe” yg digandrungi skrng itu malah kafe” yg branch utamanya luar negeri..
    Terima kasih sdh publish.. =)

  2. THanks lagi…. Emang tuh pengusaha resto mau-nya ngubah selera makan pribumi dgn makanan luar… tapi tetap trimakasih juga saat ini sudah banyak resto or kafe yang nyuguhin makanan lokal sbg menu utamanya…tinggal kitanya mau pilih makan dimana… klu mau bantu mempromosikan kembali pangan lokal.. yok makan pangan lokal yg sdh dikemas lebih bagus..

  3. pangan lokal dikembangkan dengan kecerdasan lokal, sehingga para specialist yang ingin “memajukan” gizi masyarakat harus mempelajari dulu agar intervensinya lebih menguatkan dan menyempurnakan potensi yang sudah ada. Bagaimanapun, pangan lokal sudah ada bertahun-tahun sebelum para agent of development yang baru datang ingin memperbaikinya

  4. setuju.. sumber daya alam yang dimiliki bangsa kita memang berlimpah ruah.. Sampai-sampai banyak bangsa lain yang melirik bangsa kita untuk diambil sumber daya alam nya..
    karena itu diperlukan ahli-ahli teknologi pangan yang dapat mengolah pangan lokal menjadi makanan yang berkualitas tinggi.

  5. setuju.. sumber daya alam yang dimiliki bangsa kita memang berlimpah ruah.. Sampai-sampai banyak bangsa lain yang melirik bangsa kita untuk diambil sumber daya alam nya..
    karena itu diperlukan ahli-ahli teknologi pangan yang dapat mengolah pangan lokal menjadi makanan yang berkualitas tinggi.
    eren09.student.ipb.ac.id

  6. mas, boleh minta pendapat tentang bagaimana memanfaatkan pangan lokal dengan strategi pemasaran nasional supaya bisa tempus pasar internasional, soalnya pangan kita punya potensi kesana …. ?

    Terima Kasih

    ardyb09.student.ipb.ac.id

  7. harusny pemerintah dan masyarakat lebih mengembangkan potensi pangan lokal yg tntunya akan lebih potensial dalam mengahadapi krisis pangan yang terjadi.
    contoh sederhanya adalah beras. mungkin untuk wilayah jawa dan sumatra, padi dapat dengan mudah tumbuh di sawah2, akan tetapi untuk daerah2 sperti maluku dan papua tidak demikian adanya. mereka telah memiliki kearifan lokal dengan mengkonsumsi sagu dan ubi2an sebagai makanan pokok, tapi sekarang malah mereka lebih terbiasa dengan makanan pokok beras y notabene sulit didapat di daerah mereka.
    satu hal lagi adalah kecenderungan masyarakat kita yang lebih menyukai makanan ala luar negeri yang sebenarnya masih kalah dengan kuliner dalam negeri. tapi hanya demi menjaga gengsi mereka berbondong2 utk mengkonsumsinya yang ujung2nya menyebabkan makanan khas dalam negeri menjadi “mati”.
    inilah yg akan menjadi tugas kita bersama untuk mengubah paradigma yang kurang bijaksana ini, baik dari pemerintah ataupun masyarakat kita.
    by : brataa09.student.ipb.ac.id

  8. Ping balik: Mengapa Saya Masuk Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan

  9. masalah pangan di Indonesia merupakan masalah kompleks.
    Masalah pangan selalu terkait erat dengan masalah sosial dan budaya. Perlu upaya keras supaya gizi buruk bisa hilang di tanah subur ini.

    richard09.student.ipb.ac.id

  10. setuju…dewasa ini pangan non lokal telah banyak mendominasi di negeri ini, seakan akan telah menggantikan pangan lokal yang sudah ada sejak nenek moyang kita. Sudah saatnya pemerintah dan masyarakat mulai memperhatikan nasib pangan lokal di negeri sendiri

  11. pangan lokal adalah makanan yang diolah berdasarkan kemampuan turun-temurun (diwariskan) dan terus dijaga, kualitas pangan lokal pada umumnya sangatlah baik bagi kebutukan gizi tubuh, saat ini telah banyak usaha-usaha untuk memperdalam dan menyebarkannya sebagai ciri/identitas negara, pangan lokal akan menjadi kekuatan negara mengingat banyaknya respon positif dari negara lain. respon inlah yang menandakan bahwa pangan lokal kita punya nilai jual cukup tinggi.

  12. pangan lokal adalah salah satu produk makanan yang diolah secara tradisional (pada umumnya)yang terus dijaga dan diwariskan.
    pangan lokal ini memiliki kandungan yang cukup untuk kebutuhan gizi tubuh, selain itu pangan lokal mulai diminati oleh para turis asing yang memberikan respon positif, sudah seharusnya pemerintah turut membantu dan melestarikannya sebagai warisan dan identitas negara.

  13. pangan lokal di Indonesia sebenarnya sangat potensial untuk dikembangkan, misalnya saja ubi jalar. Kandungan gizinya tidak kalah saing dengan bahan pangan lain serealia, mis: beras ato gandum. Bahkan, nilai potensinya makin tinggi jika ditransformasi ke dalam bentuk lain, misalnya: dodol. Namun, balik lagi.. Masing-masing kita, apa lagi dengan kondisi ekonomi yang tinggi, cenderung memuaskan keinginan “mata” dibanding “perut” yang ternyata hanya menyuguhkan berbagai warna dibanding gizi. Bahkan, jika tampilan pangan lokal telah dibuat menarik, tetap saja banyak yang ragu bahwa ternyata makanan tersebut dapat dibuat dari bahan yang sederhana. Hal ini membuat potensi pangan lokal tidak “muncul ke atas”. Terima kasih buat infonya, pak.. nice share.. Mudah2an ke depan pangan lokal menjadi lebih baik..

    Doni
    donih09.student.ipb.ac.id

  14. pangan lokal di Indonesia sebenarnya sangat potensial untuk dikembangkan, misalnya saja ubi jalar. Kandungan gizinya tidak kalah saing dengan bahan pangan lain serealia, mis: beras ato gandum. Bahkan, nilai potensinya makin tinggi jika ditransformasi ke dalam bentuk lain, misalnya: dodol. Namun, balik lagi.. Masing-masing kita, apa lagi dengan kondisi ekonomi yang tinggi, cenderung memuaskan keinginan “mata” dibanding “perut” yang ternyata hanya menyuguhkan berbagai warna dibanding gizi. Bahkan, jika tampilan pangan lokal telah dibuat menarik, tetap saja banyak yang ragu bahwa ternyata makanan tersebut dapat dibuat dari bahan yang sederhana. Hal ini membuat potensi pangan lokal tidak “muncul ke atas”. Terima kasih buat infonya, pak.. nice share.. Mudah2an ke depan pangan lokal menjadi lebih baik..

    Doni
    donih09.student.ipb.ac.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s